Malam Lailatul Qadar adalah Malam Seribu Bulan

5 (100%) 1 vote

Lailatul Qadar Adalah, sering dikenal sebagai Shab-e-Qadr, Malam Keputusan, Malam Langkah-langkah, yaitu sebuah  peringatan umat Islam yang menandakan malam Nabi Muhammad menerima ayat-ayat Al-Quran untuk pertama kali.

Seperti pada hari-hari Ramadhan lainnya, banyak orang Muslim tidak makan, minum, atau berhubungan seks di siang hari mereka berpuasa sehari penuh. Mereka melakukan upaya ekstra untuk berdoa memaafkan dan membaca Al-Quran selama 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Ini adalah waktu yang sangat bagus untuk doa dijawab dan berkat pahala berlimpah dari Tuhan Yang Maha Esa(Allah, SWT)

Beberapa Muslim menghabiskan sebagian besar dari 10 hari dan malam bulan Ramadhan di sebuah masjid. Pada siang hari, mereka berdoa, membaca Quran, dan dapat beristirahat atau tidur. Pada malam hari, mereka juga makan dan minum. Karena banyak anggota masyarakat menghabiskan banyak waktu di hari-hari terakhir Ramadhan bersama di sebuah masjid, ini adalah waktu untuk beribadah, berdoa, menunggu, dan merayakan Islam (Lebaran).

Orang-orang yang tinggal di dekat masjid atau rumah tangga Muslim dapat mendengar Alquran membacakan atau membaca selama periode ini. Ini adalah upaya untuk membaca seluruh Al-Quran selama bulan Ramadhan hingga tamat seluruh surat didalamnya (Qatam).

Melakukan perbuatan baik, beramal sholeh, shodakoh, saling memberi, karena ini adalah malam pengampunan. Beberapa Muslim percaya bahwa Laylat al-Qadr adalah tanggal ketika Tuhan menyatakan nasib mereka sepanjang tahun.

 

Kehidupan Secara Publik

Laylat al-Qadr bukanlah hari libur umum di beberapa negara seperti Australia, Kanada, Inggris, atau Amerika Serikat. Namun, banyak organisasi dan bisnis Islam dapat mengubah jam buka mereka dan mungkin ada beberapa kemacetan di sekitar masjid, terutama di malam hari dan di malam hari.

Baca Juga  Informasi Manajemen Kemarahan

Latar Belakang

Nabi Muhammad menghabiskan banyak waktu, terutama selama bulan Ramadhan, merenungkan dunia di sekitarnya dan mencari bantuan untuk membimbing umatnya dari kejahatan moral dan penyembahan berhala. Pada beberapa kesempatan, dia pergi ke Gua Hira, sebuah gua kecil di bukit dekat Mekah, sekarang di Arab Saudi.  pada 610 M, ia menerima ayat-ayat pertama Al-Quran dari Tuhan (Allah. SWT).

Laylat al-Qadr menandai peringatan ini. Namun, tidak jelas kapan tepatnya wahyu itu terjadi. Karena itu, banyak Muslim menganggap sepuluh hari terakhir Ramadhan suci dan mencoba mengunjungi masjid dan membaca Al-Quran setiap hari.

 

Reply